Mengapa kita bisa sulit hidup di dunia ini? Karena rejeki sangat terbatas. Sepertinya rejeki itu tidak cukup untuk setiap orang. benarkah demikian?
QS. Hud [11]: 3”Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.”
Dari dalil diatas jelaslah bahwa yang namanya rejeki itu bisa terjadi terus menerus tanpa batas hingga hayat memanggil. Bagaimana caranya memanggil rejeki tak terbatas itu?
Haqqul yakin solusinya. Ini hanya masalah mindset. Setiap kali kita berdoa, kita selalu membatasi doa kita hanya ini, hanya itu, tiba saatnya terkabul kita minta lagi hal yang serupa.
Ini menyangkut hal yang halus dalam diri manusia yaitu perasaan. Perasaanlah yang harus diubah terlebih dahulu, nanti, perasaan yang akan merubah aura pikiran kita. Karena pikiran kita hanya tunduk pada perasaan, bukan pada akal. Dari sinilah gelombang-gelombang otak kita akan menarik segala hal menyangkut rejeki setiap saat.
QS. Hud [11]: 3”Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.”
Dari dalil diatas jelaslah bahwa yang namanya rejeki itu bisa terjadi terus menerus tanpa batas hingga hayat memanggil. Bagaimana caranya memanggil rejeki tak terbatas itu?
Haqqul yakin solusinya. Ini hanya masalah mindset. Setiap kali kita berdoa, kita selalu membatasi doa kita hanya ini, hanya itu, tiba saatnya terkabul kita minta lagi hal yang serupa.
Ini menyangkut hal yang halus dalam diri manusia yaitu perasaan. Perasaanlah yang harus diubah terlebih dahulu, nanti, perasaan yang akan merubah aura pikiran kita. Karena pikiran kita hanya tunduk pada perasaan, bukan pada akal. Dari sinilah gelombang-gelombang otak kita akan menarik segala hal menyangkut rejeki setiap saat.
Selamat Datang. Untuk menjadi Enterprenuer tidak harus menunggu saat yang tepat di usia yang ideal tetapi Anda harus memulainya saat ini karena menurut penelitian seorang pria jika mencapai 30 tahun usianya maka dia akan mulai mencari sebuah kelompok dimana dia bisa dihargai dan ternyata kebanyakan dari mereka jatuh kedalam pergaulan yang hanya menyita banyak waktu dan tenaga namun sia-sia. Bisnis tidak selamanya harus bermodal besar dan memiliki campur tangan orang besar tetapi dengan kelompok bisnis yang tepat ditunjang dengan pelatihan-pelatihan yang tepat maka dalam waktu singkat bebas finansial akan lebih cepat diraih.
