Selamat Datang. Untuk menjadi Enterprenuer tidak harus menunggu saat yang tepat di usia yang ideal tetapi Anda harus memulainya saat ini karena menurut penelitian seorang pria jika mencapai 30 tahun usianya maka dia akan mulai mencari sebuah kelompok dimana dia bisa dihargai dan ternyata kebanyakan dari mereka jatuh kedalam pergaulan yang hanya menyita banyak waktu dan tenaga namun sia-sia. Bisnis tidak selamanya harus bermodal besar dan memiliki campur tangan orang besar tetapi dengan kelompok bisnis yang tepat ditunjang dengan pelatihan-pelatihan yang tepat maka dalam waktu singkat bebas finansial akan lebih cepat diraih.
 

Cara Memulai Bisnis


Dalam Membangun bisnis baru dikenal sebuah tool yang banyak dipakai oleh para pebisnis sukses. Meskipun tidak semuanya memakai tool ini secara sadar namun mereka menjalankan tiap-tiap prosesnya berdasarkan pengalaman. Tool yang kita gunakan ini dapat membantu individu atau organisasi dalam merancang suatu model bisnisyang disebut Business Model Canvas.

Dari business model canvas ini pula, banyak diantara pebisnis mudah bermunculan karena pemahaman tentang bisnis yang dijalani semakin kuat. Berbeda dengan bisnis yang dijalankan tanpa perencanaan. Memang banyak pebisnis yang menganut paham buat asala, jalan dan benahi.

Namun bisnis yang demikian tidaklah sehat. Seperti menambal ban pada saat mobil berjalan. Perbaikan akan sulit dilakukan karena terhambat birokrasi, proses, ketersediaan man power, dan sebagainya. Sebaiknya dalam merancang suatubisnis baru kita jalankan secara utuh dan menyeluruh. Bukan sebaliknya.

Perencanaan dan strategi bisnis dilakukan pada tahap ini. Ide bisnis yang sedemikian banyaknya akan dapat di tes apakah dia bisa meguntungkan atau tidak. Agar bisa sukses berbisnis, Anda harus tahu cara membangun bisnis terlebih dulu. Kemudian barulah cara bisnis ( praktek berbisnis ), ilmu managerial, accounting, ekonomi, marketing dan sebagainya akan mengikuti langkah ide bisnis Anda. Cara membangun bisnis baru ini saya tekan sekali lagi bahwa dia tidak dibatasi jenis bisnis, usia, biaya / modal bisnis bahkan pelaku bisnisnya. Membuat bisnis itu artinya kita harus benar-benar siap terjun bebas tidak dipengaruhi emosi, perasaan dan omongan-omongan yang belum terbukti kebenarannya.

Pertanyaan yang sering muncul ketika membuat bisnis baru seperti, “siapa target customernya?“, “bagaimana cara untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan?”, “apa yang harus dilakukan agar bisnis berjalan secara mandiri dan profit?”, “dengan siapa kita harus bekerjasama?” “apa strategi bisnis yang cocok untuk bisnis saya?” dan banyak permasalahn lain yang belum tentu dapat dipikirkan oleh pengusaha start-up. Semua itu terangkum secara lengkap hanya dalam secarik kertas business model canvas yang menggambarkan bisnis secara luar dalam.

Business model pada dasarnya merupakan rasional yang menjelaskan bagaimana suatu organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap suatu nilai tambah (=value). Perhatikan disini bahwa business model bukan hanya untuk suatu usaha komersial saja tetapi untuk organisasi secara umum! Organisasi itu bisa saja suatu usaha komersial, sekolah, instansi pemerintah, yayasan, dan lain-lain.

Juga perhatikan disini penekanan akan aspek nilai tambah! Jadi bukan barang yang dihasilkan atau jasa yang bakal diberikan tetapi apa sumbangsih dari organisasi tersebut kepada para pelanggannya yang dimanifestasikan oleh barang atau jasa yang akan ditawarkan.

Cara membangun bisnis baru seringkali menjadi hal paling sulit dilakukan karena banyak aspek yang diperhitungkan. Untuk membangun binis baru harus pahami dulu apa yang kita mau, sumberdaya yang dimiliki dan selanjutnya akan mengarahkan kita ke pembentukan bisnis secara menyeluruh.